“Di tengah kondisi seperti ini di mana keadaan geopolitik begitu tidak menentu, geoekonomi pun tidak menentu, di mana mata rantai komoditas-komoditas strategis pasti terpengaruh oleh keadaan geopolitik dunia yang tidak menentu. Energi, pangan sangat rawan terhadap ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi ini. Alhamdulillah kita mampu menjaga pertumbuhan ekonomi masih tetap tinggi dibandingkan seluruh dunia, kita berada di 5 persen,” jelas Presiden.
Prabowo juga menekankan bahwa defisit APBN berhasil dijaga di bawah 3 persen dari PDB, sementara inflasi tetap terkendali di kisaran 2 persen, salah satu yang terendah di antara negara anggota G20.
“Ini jangan dianggap remeh. Banyak negara dengan industri bagus tapi inflasinya tinggi. Kita justru berhasil menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar,” katanya.
Kinerja pasar modal juga mencatat sejarah baru dengan IHSG menembus level 8.000, menandakan keyakinan kuat investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
“Yang penting fundamental ekonomi kita harus kuat dan fundamental ekonomi setiap bangsa yang paling asasi adalah pangan dan energi, dan air. Asal kita sadar ini, kita fokus ini, kita yakinkan kebijakan-kebijakan, kita menjamin, kita mampu memproduksi dan distribusi pangan dengan baik, dengan efisien energi juga demikian mampu mengelola air kita kuat,” papar Presiden.
Selain indikator makroekonomi, Presiden turut mengungkapkan pencapaian di bidang sosial yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Tingkat kemiskinan nasional kini turun menjadi 8,47 persen, angka terendah sepanjang sejarah Indonesia.



















































Discussion about this post