Dengan gaya komunikatifnya, Presiden menggambarkan kabinetnya seperti tim sepak bola nasional, di mana setiap anggota memiliki posisi dan kontribusi strategis.
“Kalau ibarat kita adalah tim sepak bola saya boleh dianggap sebagai manager coach, saudara adalah pemain-pemain. Saudara-saudara ada dalam babak-babak pertama ini, awal-awal kita ada yang striker, ada yang bertahan,” lanjutnya sambil tersenyum.
Prabowo juga secara terbuka menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf kepada para menteri beserta keluarganya atas waktu pribadi yang tersita oleh tugas negara.
“Saya juga mohon maaf, terutama kepada keluargamu karena saya sering menyita hari istirahatmu. Sepertinya di kabinet kita tidak ada tanggal merah. Sabtu, Minggu, malam-malam, dan kadang-kadang saya telepon malam-malam sekali atau pagi-pagi sekali Saudara langsung jawab. Saya tidak mengerti, mungkin teleponnya di sebelah bantal,” tutur Presiden yang disambut tawa hangat para menteri.
Presiden kemudian menegaskan bahwa hasil kerja satu tahun pertama Kabinet Merah Putih telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita, saya kira, boleh berdiri di depan rakyat kita dengan rasa penuh kehormatan dan kepercayaan diri. Kita telah bekerja keras, tapi kita telah menghasilkan hal-hal yang dirasakan oleh rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyoroti pencapaian ekonomi nasional yang tetap solid di tengah gejolak global.
Menurutnya, Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen, sekaligus menjaga stabilitas fiskal dan kepercayaan pasar.



















































Discussion about this post