Ia menegaskan bahwa hak untuk hidup damai tidak boleh hanya dimiliki segelintir bangsa, melainkan seluruh umat manusia.
“Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak menderita karena keterpaksaan, tetapi hidup dalam keadilan yang layak mereka dapatkan. Mari kita lanjutkan perjalanan besar umat manusia menuju cita-cita, aspirasi tanpa pamrih yang melahirkan PBB,” jelas Presiden.
Dalam penutup pidatonya, Presiden Prabowo mengajak para pemimpin dunia untuk mengedepankan kebijaksanaan, solidaritas, dan persaudaraan lintas peradaban.
Ia menekankan bahwa impian perdamaian tidak boleh hanya menjadi wacana, melainkan visi kolektif yang harus diwujudkan bersama.
“Kita harus hidup sebagai satu keluarga umat manusia. Indonesia berkomitmen menjadi bagian untuk mewujudkan visi ini. Apakah ini sebuah mimpi? Mungkin, tetapi ini adalah mimpi indah yang harus kita perjuangkan bersama. Mari kita bekerja menuju tujuan mulia ini. Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia,” pungkasnya.(*)














































Discussion about this post