Pesan utama yang ia sampaikan menekankan pentingnya solidaritas internasional, penguatan multilateralisme, serta peran sentral PBB sebagai pilar perdamaian global.
“Kita harus semakin mendekat, bukan menjauh. Bersama-sama kita harus berusaha mencapai harapan dan impian kita. Perserikatan Bangsa-Bangsa lahir dari abu Perang Dunia Kedua yang merenggut puluhan juta jiwa. PBB diciptakan untuk menjamin perdamaian, keamanan, keadilan, dan kebebasan bagi semua. Kami tetap berkomitmen pada internasionalisme, multilateralisme, dan setiap upaya yang memperkuat lembaga besar ini,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya mendukung perdamaian dalam wacana diplomasi, tetapi siap mengambil langkah nyata di lapangan.
“Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain. Di Ukraina, di Sudan, di Libya, di mana pun perdamaian perlu ditegakkan, perdamaian perlu dijaga, kami siap. Kami akan mengambil bagian dari beban. Tidak hanya dengan putra-putri kami, kami juga bersedia memberikan kontribusi finansial untuk mendukung misi besar mencapai perdamaian oleh PBB,” ucap Kepala Negara.
Prabowo menegaskan dunia tengah berada dalam kondisi penuh ketidakpastian, konflik, dan ketidakadilan, sehingga tidak ada negara yang benar-benar merasa aman tanpa dukungan kolektif.
“Tidak ada satu negara pun yang bisa merasa aman. Kita membutuhkan PBB, dan Indonesia akan terus mendukung PBB. Walaupun kami masih berjuang, kami tahu dunia membutuhkan PBB yang kuat,” kata Presiden.














































Discussion about this post