ISTANAGARUDA.COM – Dunia internasional menyorot kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang untuk pertama kalinya menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York.
Presiden Prabowo tampil dalam urutan ketiga pada sesi debat umum, berdampingan dengan Brasil dan Amerika Serikat yang selalu menempati posisi pembuka.
Posisi prestisius ini menandai pencapaian diplomatik baru bagi Indonesia di forum global setelah satu dekade absen pidato langsung dari Kepala Negara.
Sejarah mencatat, Presiden Soekarno pernah berpidato di urutan ke-46, Soeharto ke-61, Megawati ke-17, Susilo Bambang Yudhoyono beberapa kali pada urutan 20-an, dan Joko Widodo di urutan ke-16 secara daring.
Kini, Prabowo menorehkan sejarah dengan posisi ke-3, salah satu urutan paling bergengsi yang pernah diraih Indonesia di podium PBB.
Dalam pidatonya, Prabowo membuka dengan penuh penghormatan kepada para pemimpin dunia yang hadir di Aula Majelis Umum.
“Sungguh suatu kehormatan besar bagi saya untuk berdiri di General Assembly Hall yang agung ini, di antara para pemimpin yang mewakili hampir seluruh umat manusia. Kita berbeda ras, agama, dan kebangsaan, namun kita berkumpul bersama sebagai satu keluarga. Kita di sini pertama dan terutama sebagai sesama manusia — masing-masing diciptakan setara, dianugerahi hak yang tidak dapat dicabut untuk hidup, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan,” ujar Presiden Prabowo.
Pidato Presiden Prabowo menuai apresiasi luas dari berbagai pemimpin dunia.














































Discussion about this post