Dengan fasilitas interaktif, kegiatan belajar bisa dipantau secara langsung, bahkan diulang kembali melalui perangkat pribadi.
“Murid-murid yang nanti kurang ini, bisa ulangi lagi pelajaran, bisa ulangi dan itu bisa juga diakses dari handphone. Semua konten bisa dari handphone. Guru pulang, dia bisa buka. Jadi kita interaktif,” imbuh Presiden.
Selain memperkuat sarana digital, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas para pengajar.
Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat dan modernisasi pendidikan bukan hanya sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang setiap tahun terus berkembang.
“Sekarang sudah ada 100 Sekolah Rakyat riil. Minggu depan, 2 minggu lagi 65. Tahun depan 100 lagi, 100 lagi, 100 lagi. We make the impossible, possible,” tegas Presiden.(*)














































Discussion about this post