Tak hanya meresmikan capaian 100 sekolah rakyat, Presiden juga menargetkan pembangunan 500 sekolah baru dalam beberapa tahun ke depan, dengan rata-rata 100 sekolah baru setiap tahun.
“Kalau istilah statistik desil, desil 1 dan 2. Tapi saya sedang juga merencanakan untuk desil 2, 3, 4, dan 5. Ini sedang kita rencanakan supaya semua anak-anak kita harus mengalami pendidikan dengan fasilitas yang bagus. Kita tidak boleh ketinggalan dengan bangsa lain. Itu cita-cita kita. Insyaallah kita akan sampai ke situ,” tegas Kepala Negara.
Ia menekankan bahwa sekolah rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga sarana untuk mengangkat rasa percaya diri anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Anak-anak yang tadinya mungkin merasa rendah diri karena orang tuanya sangat susah hidupnya kita tarik keluar, kita beri lingkungan yang sebaik-baiknya supaya dia percaya diri dan dia dapat pendidikan yang terbaik yang bisa kita berikan,” imbuhnya.
Presiden menilai fasilitas SRMA Margaguna sudah menjadi contoh nyata kualitas pendidikan baru yang ingin dibangun pemerintah.
“Ya selalu ada harapan kita. Tapi ini sebetulnya kampus yang sangat baik ini. Saya kira untuk sekolah di Indonesia ini sudah sangat, sangat baik,” ungkapnya.
Bagi para siswa, momen ini menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Raffan Nur Aprillian, salah satu murid SRMA, mengaku terharu bisa disalami langsung oleh Presiden. “Saya mau salam, mendekati. Lalu kepala saya dipegang sama Pak Presiden. Lalu saya kaget, terharu,” tuturnya dengan mata berbinar.














































Discussion about this post