Dari kawasan itu, Presiden bergerak ke Brasil untuk menghadiri KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro sekaligus menjalani kunjungan kenegaraan ke Brasilia.
“Kemudian BRICS tentunya kita juga diterima sebagai anggota. Sesudah itu saya kunjungan resmi ke Republik Federasi Brasil, diterima Presiden Lula dengan baik,” ucap Presiden.
“Brasil dan Indonesia sama-sama negara sangat besar, memiliki hutan tropis yang sangat besar, bisa dikatakan paru-paru dunia. Kita juga memiliki sumber-sumber alam yang sangat besar. Aneh kita berbicara, Presiden Lula dan saya mengatakan aneh hubungan dagang kita masih relatif kecil. Jadi ini kita ingin tingkatkan,” ungkap Kepala Negara.
Agenda berikutnya membawa Presiden Prabowo ke Brussel untuk pembicaraan tingkat tinggi dengan Uni Eropa dan pertemuan empat mata bersama Raja Belgia Philippe.
“Setelah 10 tahun perundingan alot akhirnya kita mencapai kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa akan masuk ke dalam apa yang disebut CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang itu sama dengan Free Trade Agreement. Jadi barang-barang kita bisa masuk Uni Eropa 0 persen tarif, mereka juga. Jadi kita sangat ini lah, ada hubungan simbiosis. Mereka punya teknologi yang bagus, punya sains, punya dana keuangan. Kita punya mineral, kita punya komoditas, kita punya pasar. Jadi ini simbiosis,” ungkap Presiden.
Selepas Brussel, Presiden menuju Prancis untuk menghadiri perayaan Bastille Day sebagai tamu kehormatan dan menyaksikan Kontingen Satgas Patriot II Indonesia membuka parade militer di Champs Élysées.












































Discussion about this post