“Ini semuanya dilakukan di bulan Juni dan Juli dengan keseluruhan total anggaran untuk tiket kereta api, tiket pesawat kelas ekonomi, dan tiket angkutan laut adalah Rp0,94 triliun,” jelas Sri Mulyani.
Di sisi lain, pengguna jalan tol juga akan menikmati diskon tarif sebesar 20% selama periode yang sama, yang berlaku untuk 110 juta pengguna.
Skema potongan tol ini dilakukan tanpa menggunakan dana APBN, melainkan lewat kerja sama antara pemerintah dan pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
“Untuk ini akan dilakukan melalui operasi non-APBN, karena dalam hal ini untuk Kementerian PU akan melakukan atau sudah memberikan surat edaran kepada BUJT mengenai kebijakan diskon tarif tol tersebut,” ujar Sri Mulyani.
Pemerintah juga memperkuat jaringan perlindungan sosial dengan mengalokasikan anggaran Rp11,93 triliun untuk tambahan bantuan kepada masyarakat miskin.
Sebanyak 18,3 juta penerima Kartu Sembako akan menerima tambahan dana Rp200 ribu per bulan selama dua bulan, ditambah 10 kilogram beras gratis setiap bulan selama periode tersebut.
Stimulus selanjutnya menyasar pekerja berpendapatan rendah melalui program Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp300 ribu per bulan selama dua bulan.
Program ini akan menjangkau 17,3 juta buruh dengan gaji di bawah Rp3,5 juta atau di bawah UMP, serta 565 ribu guru honorer dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.
Total anggaran untuk BSU mencapai Rp10,72 triliun.
Tak hanya itu, pemerintah juga memperpanjang insentif berupa diskon 50% iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi 2,7 juta pekerja di enam sektor padat karya.












































Discussion about this post