Itulah sebabnya pemilu ini menjadi perhatian besar tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di Ukraina, Rusia, Amerika Serikat, dan negara-negara Uni Eropa lainnya.
Nawrocki didukung oleh partai oposisi utama, Partai Hukum dan Keadilan (PiS), yang juga pernah mendukung Presiden sebelumnya, Andrzej Duda.
Ia diperkirakan akan melanjutkan kebijakan konservatif pendahulunya, termasuk menentang reformasi sistem peradilan dan pelonggaran hukum aborsi.
Presiden Duda turut memberikan ucapan selamat melalui platform media sosial X.
“Terima kasih! Untuk berpartisipasi dalam pemilihan presiden. Untuk partisipasi yang tinggi. Untuk memenuhi tugas kewarganegaraan. Untuk bertanggung jawab atas Polandia. Selamat kepada pemenang! Tetap kuat Polandia!” tulis Duda.
Tingkat partisipasi pemilih mencapai 71,31%, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah pemilihan presiden putaran kedua di Polandia.
Kemenangan ini dipandang sebagai titik balik politik yang bisa memperlambat laju integrasi Polandia dengan Uni Eropa.
Dunia kini menanti bagaimana langkah Nawrocki selanjutnya akan membentuk arah kebijakan Polandia di tengah ketegangan geopolitik dan dinamika regional yang kian kompleks.












































Discussion about this post