Turut hadir pula Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar.
Presiden Prabowo kemudian mengajak tamunya menuju ruang kredensial untuk melakukan sesi foto resmi dan penandatanganan buku tamu kenegaraan.
Setelah sesi tersebut, kedua pemimpin melanjutkan agenda penting berupa pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden.
Pertemuan tersebut diikuti dengan dialog bilateral antara delegasi kedua negara di ruangan terpisah di lingkungan Istana Merdeka.
Dalam sambutannya sebelum pertemuan tertutup, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia.
“Terima kasih banyak atas kunjungan Anda di sini, dan ini merupakan kehormatan besar bagi kami. Saya harap kita akan terus menjalin persahabatan yang sangat baik di masa mendatang,” ujar Presiden.
Presiden Macron merespons dengan penuh penghargaan dan menyampaikan pujiannya terhadap keramahan dan penyambutan dari pemerintah Indonesia.
“Kemitraan kita di semua bidang, pertahanan dan keamanan, ekonomi, budaya, sudah kuat, tetapi kita terus memperkuatnya. Dan saya pikir ini adalah cara terbaik untuk menghadapi masa-masa sulit ini,” ujar Presiden Macron dalam pernyataan hangatnya.
Kunjungan resmi ini menandai babak baru dalam penguatan hubungan Indonesia dan Prancis di tengah dinamika global yang kian kompleks.(*)
















































Discussion about this post