“Tetapi saya tidak akan pernah ragu menggunakan kekuatan Amerika jika diperlukan untuk membela Amerika Serikat atau mitra-mitra kami,” katanya.
Dalam berbagai kesempatan selama kunjungannya, Trump memuji negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Qatar sebagai contoh pembangunan ekonomi di kawasan yang dilanda konflik berkepanjangan.
Ia juga meminta para pejabat Qatar untuk menggunakan pengaruh mereka agar Iran bersedia menerima syarat-syarat kesepakatan nuklir yang diajukan pemerintahannya.
Setibanya di Abu Dhabi, Trump melanjutkan kunjungannya dengan menyambangi Masjid Agung Sheikh Zayed, masjid terbesar di UEA dan tempat peristirahatan pendiri negara tersebut.
Mengikuti tradisi, Trump melepas sepatunya sebelum masuk ke rumah ibadah tersebut dan mengagumi arsitekturnya.
“Itu sangat indah,” ujar Trump.
Ia kemudian menghadiri kunjungan kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan.
Trump dan rombongannya disambut oleh anak-anak berpakaian tradisional yang melambaikan bendera kecil AS dan UEA, serta diajak berkeliling dalam pameran antariksa di dalam istana.
Al Nahyan menganugerahkan Trump dengan “Order of Zayed”, penghargaan sipil tertinggi di UEA, dan memuji peran Trump dalam memperkuat kemitraan ekonomi antara kedua negara.
“Kemitraan ini telah melompat jauh sejak Anda menjabat,” katanya kepada Trump.
Saat dalam perjalanan menuju Abu Dhabi, Trump kembali mengomentari pertemuan Presiden Joe Biden dengan Putra Mahkota Arab Saudi pada tahun 2022 yang hanya diakhiri dengan salam kepalan tangan.














































Discussion about this post