India menuding Pakistan mendukung kelompok militan yang melakukan pembantaian itu, tuduhan yang segera dibantah keras oleh Islamabad.
Insiden ini memicu tindakan diplomatik balasan dari kedua negara, yang menyebabkan hubungan bilateral mereka jatuh ke titik terendah dalam sejarah.
India dan Pakistan saling mengusir diplomat masing-masing, menutup wilayah udara dan perbatasan darat, serta menghentikan kerja sama dalam perjanjian air yang sangat vital.
Setelah serangan udara India ke wilayah Pakistan, kedua belah pihak terlibat dalam baku tembak hebat di sepanjang perbatasan de facto di Kashmir.
Serangan rudal dan drone juga dilaporkan dilancarkan ke wilayah masing-masing, dengan sasaran utama instalasi militer dan pangkalan udara.
Puluhan warga sipil dari kedua negara menjadi korban dalam rentetan penembakan artileri tersebut, menurut keterangan resmi dari masing-masing pemerintah.
Untuk pertama kalinya, militer India pada Minggu menyatakan bahwa serangan mereka ke wilayah Pakistan pekan lalu telah menewaskan lebih dari 100 militan, termasuk sejumlah pemimpin penting.
Letnan Jenderal Rajiv Ghai, Direktur Operasi Militer India, yang akan berbicara dengan mitranya dari Pakistan pada Senin, menjelaskan bahwa pasukan India menghantam sembilan infrastruktur militan dan fasilitas pelatihan.
Beberapa di antaranya adalah basis kelompok Lashkar-e-Taiba, yang oleh India dianggap sebagai dalang berbagai serangan militan besar di India dan Kashmir.
Ghai mengklaim bahwa sekitar 35 hingga 40 tentara Pakistan tewas dalam pertempuran di sepanjang Garis Kontrol.














































Discussion about this post