Salah satu dampak paling signifikan adalah efisiensi anggaran perjalanan haji secara keseluruhan.
“Jadi insyaallah kita akan punya perkampungan sendiri dan kita akan bikin efisien. Penerbangan, Garuda juga saya minta efisien, dilakukan semua upaya untuk menghilangkan hal-hal yang tidak perlu. Efisiensi bisa menurunkan biaya dan itu yang kita harus capai sekarang,” jelasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk menekan biaya haji agar lebih terjangkau.
Presiden juga memberikan apresiasi atas capaian pemerintah yang telah berhasil menurunkan biaya haji tahun ini sebesar Rp4 juta.
Namun, ia menyatakan belum puas dan ingin biaya tersebut ditekan lebih jauh lagi.
“Tapi 4 juta (rupiah) saya minta dikurangi lagi, saya belum puas, kita harus yang termurah yang bisa kita capai, kalau bisa lebih murah dari Malaysia. Saya kira bisa? Kira-kira? Kepala Badan? Siap? Menteri Agama? Insyaallah,” ujar Presiden.
Di akhir pidatonya, Prabowo mengucapkan selamat atas hadirnya Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang kini siap melayani jemaah dengan skala internasional.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan fasilitas tersebut.
“Saya kira sesuatu prestasi yang luar biasa. Sekali lagi selamat dan dengan demikian saya hari ini mendapat kehormatan besar untuk meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umroh Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” tutup Presiden.
Inisiatif ini membuka harapan baru bahwa suatu hari nanti, calon jemaah haji asal Indonesia bisa menikmati perjalanan ibadah yang lebih nyaman, murah, dan dekat langsung dari kawasan yang dirancang khusus untuk mereka.(*)













































Discussion about this post