Baginya, pertemuan langsung dengan Presiden merupakan pengalaman luar biasa yang tak akan terlupakan.
“Masyaallah senang sekali rasanya bisa ketemu dengan Bapak Presiden secara langsung,” katanya sambil tersenyum.
Dalam kesempatan tersebut, Anisa sempat ditanya langsung oleh Presiden tentang perkuliahan dan kehidupan mahasiswa di Kairo.
Ia mengaku sengaja datang ke lokasi demi bisa menyampaikan pesan dari para pelajar di luar negeri kepada sang pemimpin.
“Untuk bertemu secara langsung dengan beliau. Kemudian, untuk memberitahukan juga dengan orang-orang yang berada di Indonesia, kalau kami yang jauh dari Indonesia juga bisa bertemu secara langsung dengan Bapak Presiden,” jelasnya.
Anisa juga menitipkan harapan kepada pemerintah agar terus memberikan dukungan terhadap para pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri.
“Kami diaspora Indonesia berharap kami bisa mendapat pendidikan yang baik dan kenyamanan di sini, mengingat di sini banyak sekali mahasiswa yang dari Indonesia belajar di sini,” ujarnya.
Sementara itu, suasana haru turut dirasakan Alfiah Sari, seorang warga Indonesia yang telah menetap di Kairo selama dua setengah tahun.
Kebahagiaan menyelimuti hatinya ketika putranya terpilih sebagai wakil diaspora dalam prosesi penyambutan Presiden.
“Alhamdulillah, kami nggak nyangka juga kalau Ananda bisa terpilih. Karena kan banyak juga anak-anak yang lain. Senang banget, bangga banget. Apalagi tadi pas Pak Prabowo juga mencium anak kami, itu terharu banget perasaannya,” ucapnya dengan suara bergetar menahan haru.














































Discussion about this post