“Setiap kali saya cari, beliau ada di sawah, ada di daerah, satu hari di Kalimantan Barat, besoknya di Merauke, lusanya di Lampung. Inilah menteri-menteri kabinet kita, semuanya bekerja keras, semuanya turun ke lapangan,” ucapnya.
Di hadapan ribuan petani, Prabowo kembali menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama negara. Ia menyampaikan penghormatan tinggi terhadap peran petani dalam menjaga eksistensi bangsa.
“Para petani adalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara, saya katakan berkali-kali, bertahun-tahun tanpa pangan tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI,” ucap Presiden.
Dalam laporan resminya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai bahwa keberhasilan panen kali ini adalah buah dari kebijakan yang pro terhadap petani yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo.
Ia menyebutkan bahwa stok beras nasional kini mencapai 2,4 juta ton dan diprediksi meningkat menjadi 3 juta ton hingga akhir bulan—angka yang belum pernah terjadi dalam satu hingga dua dekade terakhir.
“Ini betul-betul cerah bagi petani, secerah kebijakan Bapak selama 169 hari. Ini luar biasa bagi petani Indonesia,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara penting ini sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(*)













































Discussion about this post