Di tengah promo tersebut, calon pembeli mungkin juga mempertimbangkan Galaxy Z Fold8 Ultra sebagai alternatif flagship Samsung dengan desain layar lipat.
Galaxy Z Fold8 Ultra menawarkan kamera utama 200MP, kamera telefoto 10MP dengan kemampuan optical zoom 3x dan panjang fokus 69mm, serta kamera ultrawide 50MP.
Namun, perangkat lipat tersebut tidak memiliki kamera periskop 50MP dengan zoom 5x dan panjang fokus 111mm seperti yang menjadi salah satu keunggulan penting pada Galaxy S26 Ultra.
Kedua perangkat juga sama-sama mengandalkan baterai berkapasitas 5.000 mAh.
Perbedaan cukup mencolok terdapat pada teknologi pengisian daya.
Galaxy S26 Ultra menjadi ponsel Galaxy pertama yang mendukung pengisian daya 60W dan diklaim mampu mengisi baterai hingga penuh hanya dalam 43 menit.
Sebaliknya, Galaxy Z Fold8 Ultra menggunakan pengisian daya 45W dan membutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk mencapai kondisi penuh.
Untuk performa, kedua smartphone tersebut sama-sama ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Galaxy S26 Ultra mengusung layar berukuran 6,9 inci yang mendukung S Pen serta fitur Privacy Display.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki layar luar 6,5 inci dan layar utama berukuran 8,0 inci ketika perangkat dibuka.
Galaxy Z Fold8 Ultra sendiri dibanderol mulai US$1.700 atau sekitar Rp28,1 juta setelah mendapatkan diskon Prime sebesar 19 persen.
Di kelas flagship non-lipat, Galaxy S26 Ultra juga berhadapan langsung dengan iPhone 18 Pro Max yang menjadi salah satu pilihan utama bagi konsumen di Amerika Serikat yang menginginkan smartphone premium tanpa mekanisme layar lipat.

















































Discussion about this post