Untuk kamera ultrawide, perangkat ini disebut menggunakan sensor Samsung ISOCELL JNX dengan resolusi 50MP.
Sementara itu, kemampuan telefoto periskop menjadi salah satu daya tarik terbesar karena vivo membekalinya dengan kamera beresolusi 200MP.
Kamera periskop tersebut menggunakan sensor Samsung ISOCELL HP0 berukuran 1/1,4 inci.
Sistem stabilisasinya bahkan diklaim mampu mencapai standar profesional CIPA 7.0.
Selain itu, kamera telefoto periskop tersebut disebut mendukung teleconverter hingga 400mm, yang dapat memberikan kemampuan pembesaran jarak jauh lebih luas bagi pengguna.
Dengan konfigurasi tersebut, X500 Pro Max tampaknya tidak hanya diarahkan sebagai smartphone dengan performa tinggi, tetapi juga sebagai perangkat yang serius pada kemampuan fotografi dan videografi.
Setelah debut di China, vivo X500 Pro Max diperkirakan akan menyusul ke pasar global.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa peluncuran internasionalnya berpotensi berlangsung pada Oktober atau November.
Menjelang ekspansi tersebut, tanda-tanda kehadiran perangkat ini di pasar internasional semakin kuat setelah X500 Pro Max memperoleh sertifikasi penjualan dari Telecommunications and Digital Government Regulatory Authority atau TDRA di Uni Emirat Arab.
Sertifikasi tersebut diperoleh bersamaan dengan vivo X500, sebagaimana terlihat dalam dokumen atau tangkapan layar sertifikasi yang beredar.
Kehadiran sertifikasi TDRA belum otomatis memastikan seluruh detail jadwal peluncuran global, tetapi menjadi indikasi bahwa vivo sedang mempersiapkan perangkat tersebut untuk memasuki pasar di luar China.


















































Discussion about this post