“Kami melakukan survei yang sangat sering mengenai tren pasar secara umum, pola pembayaran pelanggan, dan penggunaan utama, dan kami menyadari bahwa terdapat permintaan serta ukuran pasar tertentu pada kisaran harga tersebut (JPY 100.000),” kata perwakilan Sony.
“Namun, kami percaya bahwa saat ini, berfokus pada dua pilar utama Xperia – seri 1 sebagai flagship yang paling mencerminkan esensi Xperia, dan seri 10 yang menawarkan cara paling hemat biaya untuk merasakan fitur-fitur Sony dalam penggunaan sehari-hari – merupakan cara paling efisien untuk memenuhi permintaan pasar dan kami belum memutuskan untuk menambahkan lini kelas menengah baru,” lanjutnya.
Dengan demikian, strategi Sony saat ini tampaknya semakin terfokus pada dua segmen utama, yakni Xperia 1 sebagai representasi teknologi terbaik perusahaan dan Xperia 10 sebagai pilihan yang lebih terjangkau.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Sony memilih mempersempit portofolio smartphone daripada kembali memperbanyak model di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Meski demikian, performa penjualan Xperia 1 VIII memberikan sinyal bahwa masih terdapat konsumen yang bersedia membayar mahal untuk smartphone dengan karakteristik berbeda dari mayoritas produk di pasaran.
Kehadiran slot microSD, jack headphone 3,5 mm, pendekatan kamera yang berorientasi pada fotografer, serta identitas Xperia yang kuat menjadi bagian dari strategi Sony untuk mempertahankan kelompok pengguna tersebut.
Jika tren penjualan yang disebut Sony terus bertahan, Xperia 1 VIII berpotensi menjadi bukti bahwa diferensiasi masih dapat menjadi senjata penting bagi produsen smartphone premium di tengah desain perangkat yang semakin seragam.(*)















































Discussion about this post