Samsung berupaya mengatasi sebagian hambatan tersebut dengan memanfaatkan perangkat yang sudah umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menggunakan Galaxy Buds di tempat umum juga tidak selalu menarik perhatian seperti ketika seseorang mengenakan alat bantu dengar khusus.
Selain faktor penampilan, proses pemeriksaan pendengaran juga dirancang agar lebih mudah dilakukan oleh pengguna.
Setelah menjalani tes pendengaran melalui Samsung Health, pengguna akan memperoleh hasil evaluasi berdasarkan metode pure-tone audiometry dengan standar klinis.
Aplikasi Samsung Health kemudian menghasilkan audiogram yang menggambarkan karakteristik gangguan pendengaran pada masing-masing telinga.
Hasil pemeriksaan tersebut mengelompokkan tingkat gangguan pendengaran pengguna ke dalam kategori ringan, sedang, berat, atau sangat berat.
Data tersebut selanjutnya digunakan oleh fitur Hearing Aid untuk menyesuaikan penguatan suara berdasarkan profil pendengaran setiap pengguna.
Dengan pendekatan tersebut, Galaxy Buds tidak sekadar memperbesar seluruh suara, tetapi berupaya meningkatkan frekuensi tertentu yang memang dibutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Galaxy Buds juga menawarkan teknologi pendukung lain untuk membantu pengguna memahami suara di lingkungan sekitar.
Fitur seperti pengurangan kebisingan dan beamforming dapat membantu memusatkan penerimaan suara yang berasal dari arah depan pengguna.
Untuk saat ini, dukungan Hearing Aid baru tersedia pada Galaxy Buds3 Pro dan Galaxy Buds4 Pro.
Namun, melihat arah pengembangan fitur kesehatan Samsung, teknologi tersebut sangat mungkin menjadi bagian standar pada generasi Galaxy Buds Pro berikutnya.
















































Discussion about this post