Untuk urusan produksi, pena AI ini dikabarkan akan diproduksi oleh Foxconn.
Lokasi manufaktur paling memungkinkan disebut berada di Vietnam.
Sebelumnya, OpenAI sempat memilih Luxshare sebagai mitra produksi.
Namun, OpenAI disebut tidak menginginkan produk hardwarenya dibuat di Tiongkok, sehingga keputusan manufaktur kemungkinan besar dialihkan.
Bahkan, terdapat peluang kecil bahwa perangkat ini akan diproduksi di Amerika Serikat oleh Foxconn.
Akuisisi io sendiri bernilai fantastis, yakni sebesar 6,5 miliar dolar AS.
Namun, transaksi tersebut dilakukan sepenuhnya menggunakan saham, sehingga tidak ada perpindahan uang tunai secara langsung.
Perangkat-perangkat hardware ini rencananya akan diposisikan sebagai produk “inti ketiga”.
Konsep “inti ketiga” dimaksudkan untuk melengkapi laptop dan ponsel pintar yang selama ini menjadi pusat aktivitas digital pengguna.
Sejarah menunjukkan bahwa banyak perusahaan sebelumnya gagal memperkenalkan perangkat ketiga ke dalam kehidupan sehari-hari manusia.
Upaya terbaru yang kurang berhasil termasuk tren pin AI yang sempat menarik perhatian dunia teknologi.
Karena itu, keberhasilan OpenAI di ranah hardware masih belum bisa dipastikan.
Publik kini hanya bisa menunggu apakah kombinasi OpenAI dan sentuhan desain Jony Ive benar-benar mampu menciptakan kategori perangkat baru yang relevan dan bertahan lama.(*)












































Discussion about this post