ISTANAGARUDA.COM – Ambisi Apple menghadirkan iPhone generasi terbaru pada musim gugur tahun ini berpotensi menghadapi hambatan tak terduga setelah pasokan DRAM yang terbatas mulai mengancam ketersediaan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max saat peluncuran.
Persoalan tersebut melanjutkan laporan sebelumnya mengenai kesulitan Apple mendapatkan pasokan DRAM yang cukup untuk jajaran iPhone mendatang.
Kekurangan komponen ini bahkan berpotensi membuat jumlah iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max yang tersedia pada hari peluncuran menjadi lebih sedikit dari permintaan pasar.
Menurut laporan Culpium, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, serta perangkat iPhone lipat yang disebut-sebut sebagai iPhone Ultra akan menggunakan chip A20 Pro.
Chip tersebut kabarnya akan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi N2 milik TSMC.
Dari sisi produksi semikonduktor, TSMC disebut telah menunjukkan perkembangan yang baik dalam meningkatkan volume produksi sekaligus tingkat keberhasilan atau yield dari node N2.
Namun, persoalan muncul setelah wafer yang telah diproduksi harus menunggu pasokan DRAM sebelum dapat melalui proses pengemasan chip secara lengkap.
Kondisi tersebut membuat Apple harus bergerak cepat mencari tambahan pasokan memori dari sejumlah produsen besar.
Micron, SK Hynix, dan Samsung menjadi beberapa perusahaan yang sedang diandalkan Apple untuk memenuhi kebutuhan DRAM.
Apple bahkan dikabarkan tengah mempertimbangkan sumber pasokan dari China, termasuk CMXT, sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan komponen tersebut.
















































Discussion about this post