ISTANAGARUDA.COM – Kehadiran Samsung Galaxy Z TriFold di ajang CES menjadi sinyal kuat bagaimana raksasa teknologi Korea Selatan itu mendorong batas inovasi desain ponsel lipat ke level yang belum pernah ada sebelumnya.
Perangkat ini tergolong sangat eksklusif karena saat ini baru dipasarkan di Korea Selatan, China, Taiwan, Singapura, dan Uni Emirat Arab.
Pasar Amerika Serikat diperkirakan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Tim kami berkesempatan melakukan hands-on singkat dengan Galaxy Z TriFold di CES tahun ini.
Pengalaman awal tersebut memberikan gambaran menarik tentang arah evolusi ponsel lipat generasi berikutnya.
Dalam kondisi terlipat, bodinya terasa tebal dibandingkan ponsel modern.
Konstruksi dengan dua engsel lipat dan satu panel tengah membuat dimensi perangkat tampak padat saat tertutup penuh.
Meski begitu, ketebalannya masih berada dalam batas wajar untuk kelas perangkat eksperimental.
Pengguna yang membidik TriFold diperkirakan siap menerima dimensi ekstra sebagai kompensasi atas pengalaman layar besar yang ditawarkan.
Menariknya, Galaxy Z TriFold justru lebih tipis dibanding Galaxy Z Fold5 yang dirilis dua tahun lalu.
Hal tersebut memperlihatkan lompatan rekayasa desain yang berhasil dicapai para insinyur Samsung.
Ketika dibentangkan sepenuhnya, perangkat ini berubah menjadi tablet berukuran sekitar 10 inci.
Tiga panel layarnya terlihat sangat tipis dan menyatu dengan rapi.
Struktur engsel terasa kokoh dan presisi.
Standar kualitas seperti ini dinilai semakin wajar untuk produk tahun 2026.













































Discussion about this post