ISTANAGARUDA.COM – Awal Oktober membawa dua narasi yang saling bertolak belakang bagi Bitcoin, antara optimisme historis yang dikenal dengan sebutan Uptober dan kekhawatiran akan koreksi besar yang diprediksi sebagai Rektober.
Di satu sisi, para pendukung Uptober mengandalkan rekam jejak positif Bitcoin pada bulan Oktober serta kekuatan teknikal yang dianggap memberi fondasi kenaikan harga.
Namun, sejumlah analis lain memperingatkan adanya kerentanan tersembunyi di pasar, termasuk pola pergerakan paus kripto yang bisa memicu koreksi tajam.
Beberapa pekan ke depan diyakini akan menjadi penentu apakah Oktober kali ini akan menjadi bulan bullish atau justru jatuh ke dalam skenario bearish.
Narasi Bullish: Momentum Musiman dan Sinyal Teknis
Analis kripto bernama CryptoCapo menilai bulan September berperan sebagai fase transisi bagi Bitcoin dan pasar secara keseluruhan.
Ia mengingatkan bahwa di balik ketenangan pasar, masih terdapat kerentanan yang cukup besar.
Menurutnya, pola saat ini seolah dirancang untuk membersihkan kelebihan likuiditas sebelum membangun momentum baru, sehingga potensi reset jangka pendek tetap ada.
Ia menekankan pentingnya bagi investor untuk mencari kebenaran daripada hanya berpegang pada narasi bullish, meskipun prospek itu terasa kurang nyaman.
Berbeda dengan itu, analis CryptosRus justru menyoroti catatan historis Bitcoin yang cenderung kuat di bulan Oktober.
Ia mencatat, dalam 12 tahun terakhir, 10 kali Bitcoin berhasil mencetak keuntungan, termasuk reli hampir 60% pada 2013 dan sekitar 48% pada 2017.














































Discussion about this post