ISTANAGARUDA.COM – Pemerintah Rusia tengah mengkaji langkah besar dengan melonggarkan aturan perdagangan kripto agar bisa diakses oleh investor ritel, sebuah perubahan yang berpotensi mempercepat adopsi aset digital di negeri itu.
Diskusi ini mencuat setelah Forum Ekonomi Timur (EEF), di mana Alexey Yakovlev, Direktur Departemen Kebijakan Keuangan Kementerian Keuangan Rusia, menyatakan bahwa pembahasan sedang berlangsung terkait perluasan akses investasi kripto bagi lebih banyak kalangan.
Aturan Kripto Rusia Berpotensi Dilonggarkan
Awal tahun ini, Bank Sentral Rusia mengusulkan regulasi ketat hanya untuk investor kaya melalui skema percobaan hukum selama tiga tahun.
Hanya individu berpenghasilan lebih dari 50 juta rubel per tahun (sekitar $600 ribu) dan dengan modal investasi minimal 100 juta rubel (setara $1,2 juta) yang diizinkan ikut serta.
Namun data dari TASS mengungkapkan bahwa hingga akhir kuartal pertama 2025, investor Rusia telah memegang aset kripto senilai lebih dari 2 triliun rubel atau sekitar $25,4 miliar.
Investor Ritel Bisa Segera Masuk Pasar Kripto
Dalam pertemuan EEF di Vladivostok, Yakovlev menekankan bahwa pemerintah kini membahas kemungkinan menurunkan batasan angka tersebut agar partisipasi investor ritel dapat dilakukan secara legal.
“Kami sedang membahas persis angka-angka ini. Kami percaya kriteria tersebut bisa disesuaikan ke bawah. Saat ini hal itu tengah didiskusikan,” kata Yakovlev.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov juga menyatakan bahwa pemerintah sedang menjajaki peluncuran bursa kripto khusus untuk investor yang memenuhi kualifikasi tinggi.
Apabila persyaratan investasi berhasil diturunkan, bursa aset digital yang direncanakan akan berperan penting dalam memperluas adopsi kripto secara global.















































Discussion about this post