ISTANAGARUDA.COM – Gelombang serangan fisik terhadap pemilik aset kripto di California membuka babak baru ancaman yang mengubah total konsep keamanan dalam dunia digital.
Para pemegang kripto di California kini menghadapi lonjakan serangan brutal yang dikenal sebagai “wrench attack”.
Metode ini melibatkan penggunaan kekerasan fisik untuk memaksa korban menyerahkan akses ke aset digital mereka.
Pelaku bahkan menyamar sebagai kurir pengiriman untuk mendekati target.
Mereka mengincar individu yang diduga memiliki saldo kripto dalam jumlah besar.
Penyelidik menilai fenomena ini sebagai bukti meningkatnya risiko dunia nyata dari kepemilikan kripto.
Terutama karena transaksi kripto bersifat tidak dapat dibatalkan setelah dilakukan.
Di San Francisco, seorang korban dilaporkan kehilangan aset senilai $13 juta dalam bentuk Bitcoin dan Ethereum.
Pelaku menyamar sebagai pengantar pizza sebelum akhirnya menyandera korban dan memaksa akses ke dompet digitalnya.
Kasus serupa kemudian terjadi di Sunnyvale, San Jose, hingga Los Angeles.
Penyelidik menduga pelaku memanfaatkan platform layanan pengiriman makanan untuk mengidentifikasi alamat target.
Dalam salah satu insiden di San Jose, seorang pelaku bersenjata memaksa korban masuk ke garasi rumahnya.
Pelaku akhirnya melarikan diri setelah sebuah kendaraan pengiriman mendekat.
Beberapa hari sebelumnya, korban diketahui menerima pesanan pizza yang tidak pernah ia lakukan.
Di Sunnyvale, pola serangan serupa juga terjadi.
Pelaku menggunakan modus pengiriman kopi palsu melalui layanan seperti DoorDash.
Seorang tersangka bernama Nino Chindavanh yang berusia 21 tahun dari Tennessee berhasil ditangkap saat mengendarai mobil Kia hitam.
Beberapa hari kemudian, upaya serupa kembali dilakukan di rumah yang sama oleh pelaku lain.
Di kawasan Brentwood, Los Angeles, serangan terjadi pada malam Tahun Baru.
Seorang pria menyamar sebagai kurir dan meminta air sebelum melumpuhkan korban.
Pelaku kedua kemudian bergabung di lokasi.
Sementara itu, pelaku ketiga diduga mengoordinasikan aksi tersebut dari jarak jauh.
Para pelaku bahkan mengancam akan memotong jari korban untuk mendapatkan akses ke aset kripto.
Pihak berwenang kemudian menangkap Elijah Armstrong dan Jayden Rucker, yang keduanya berasal dari Tennessee.
Penyelidik meyakini bahwa jaringan yang lebih besar berada di balik rangkaian serangan ini.
Investigasi terhadap kemungkinan keterlibatan aktor tingkat tinggi masih terus berlangsung.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat.
Laporan tahun 2025 dari CertiK menunjukkan bahwa wrench attack telah menjadi ancaman global.
Eropa menyumbang lebih dari 40% kasus yang tercatat.
Prancis bahkan melaporkan jumlah insiden lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat.
Total kerugian finansial akibat serangan ini mencapai lebih dari $40,9 juta.
Angka tersebut meningkat sekitar 44% dibandingkan tahun 2024.
Selain kerugian materi, dampak psikologis juga sangat besar.
Banyak pemilik kripto mulai menyembunyikan identitas mereka.
Sebagian bahkan memilih pindah tempat tinggal demi keamanan.
Perpaduan ancaman fisik dan digital kini menciptakan realitas baru.
Keamanan pribadi menjadi sama pentingnya dengan keamanan siber.
Manajemen kunci privat yang kuat serta penggunaan dompet multisignature menjadi langkah penting untuk melindungi aset.
Pemilik kripto kini dihadapkan pada kenyataan bahwa ancaman terhadap kekayaan mereka tidak lagi hanya berada di dunia maya.
Ancaman tersebut kini bisa datang langsung ke depan pintu rumah mereka.(*)














































Discussion about this post