ISTANAGARUDA.COM – Dalam lanskap kripto yang terus diguncang peretasan bernilai miliaran dolar, Vitalik Buterin menghadirkan kerangka keamanan revolusioner yang menggeser fokus dari sekadar kode sempurna menjadi penyelarasan niat manusia dengan perilaku sistem.
Pendiri Vitalik Buterin itu mempublikasikan gagasannya melalui platform X pada 22 Februari 2026.
Ia mendefinisikan ulang keamanan sebagai upaya aktif untuk menutup jarak antara maksud sebenarnya pengguna dan tindakan nyata yang dijalankan sistem kripto.
Menurutnya, berbagai eksploitasi besar belakangan ini bukan terjadi karena kriptografi gagal.
Sebaliknya, kerugian masif muncul ketika pengguna menandatangani transaksi berbahaya yang mereka salah pahami.
Buterin menegaskan bahwa konsep “keamanan sempurna” dalam kripto pada dasarnya mustahil diwujudkan.
Ia berargumen bahwa niat pengguna terlalu kompleks untuk dapat didefinisikan atau dikodekan sepenuhnya.
Sebagai ilustrasi, ia mencontohkan tindakan sederhana mengirim 1 Ethereum kepada Bob.
Ia menjelaskan bahwa Bob adalah “entitas dunia nyata yang kompleks dan tidak dapat dengan mudah didefinisikan secara matematis,” sehingga merepresentasikannya hanya dengan kunci publik selalu membawa risiko dana terkirim ke alamat yang salah atau telah dikompromikan.
Ketika tujuan pengguna semakin rumit, celah tersebut makin melebar.
Ia menyinggung isu privasi sebagai contoh, di mana enkripsi pesan saja tidak cukup karena metadata dan pola waktu masih dapat membocorkan informasi sensitif.
Data dari Chainalysis menunjukkan bahwa peretasan ByBit senilai 1,5 miliar dolar AS oleh DPRK menjadi kasus tunggal terbesar dalam sejarah kripto.
Serangan tersebut menyumbang mayoritas kerugian layanan di sektor ini.
Hingga akhir Juni 2025, nilai aset yang dicuri tercatat 17 persen lebih tinggi dibandingkan total sepanjang 2022 yang sebelumnya menjadi tahun terburuk dalam catatan.
Analisis Buterin menyoroti bagaimana ketidaksinkronan niat pengguna menciptakan risiko ekstrem yang sulit diprediksi.
Ia menekankan bahwa kode yang sempurna sekalipun tidak dapat sepenuhnya mengatasi ketidakjelasan tujuan manusia.
Dalam rekomendasinya, Buterin menyebut sistem yang kuat tidak bertumpu pada kesempurnaan tunggal melainkan pada redundansi.
Ia menyatakan, “Apa pun yang dapat dimasukkan pengguna ke dalam sistem pada dasarnya terlalu rendah kompleksitasnya untuk sepenuhnya mengkodekan niat mereka.”
Karena itu, sistem yang baik mengharuskan pengguna menyatakan maksudnya melalui beberapa sinyal yang saling tumpang tindih.
Sistem hanya akan bertindak ketika seluruh sinyal tersebut selaras.
Konsep verifikasi formal juga dinilai penting, di mana pengembang menuliskan properti matematis yang berjalan berdampingan dengan kode sehingga ketidaksesuaian dapat terdeteksi sebelum peluncuran.
Dalam dompet kripto, simulasi transaksi memungkinkan pengguna melihat konsekuensi on-chain sebelum konfirmasi.
Mekanisme seperti multisig, pemulihan sosial, batas pengeluaran, dan konfirmasi alamat baru memberikan lapisan perlindungan tambahan untuk tindakan berisiko tinggi.
Buterin menyebut pendekatan ini akan memengaruhi pengembangan dompet, kontrak pintar, dan perangkat keras dalam ekosistem Ethereum.
Ia juga menyoroti bahwa EIP-8141 mendorong lahirnya dompet yang dapat disesuaikan berbasis niat dengan dukungan multisig dan simulasi.
Tindakan berisiko rendah akan tetap sederhana.
Sementara tindakan tidak biasa akan melalui pemeriksaan tambahan.
Buterin juga menilai model bahasa besar atau LLM mampu mensimulasikan nalar umum untuk memperkirakan niat dari sudut pandang baru.
Namun teknologi tersebut tidak pernah bertindak sendiri dan hanya menjadi satu sinyal tambahan di samping aturan serta konfirmasi lain.
Pendekatan berlapis ini diyakini meningkatkan keamanan tanpa menambah friksi berlebihan bagi pengguna.
Pada akhirnya, masa depan keamanan kripto bukan tentang menambah klik.
Melainkan membangun sistem cerdas yang mampu mendeteksi perilaku tidak lazim dan melakukan intervensi hanya ketika benar-benar diperlukan.(*)


















































Discussion about this post