Maret 2026 juga akan menjadi tonggak simbolis penting bagi Bitcoin.
Penambangan Bitcoin ke-20 juta akan menyisakan hanya 1 juta Bitcoin untuk ditambang dalam satu abad ke depan.
Momen ini menegaskan transisi Bitcoin dari aset pertumbuhan menjadi komoditas langka dengan pasokan transparan.
Kondisi volatilitas yang semakin menurun juga menarik minat institusi besar.
Volatilitas tahunan Bitcoin telah menyusut dari lebih 200 persen pada 2012 menjadi sekitar 30 hingga 50 persen pada 2024–2025.
Penurunan maksimum juga mengecil dari 60–80 persen menjadi sekitar 30 persen.
Stabilitas ini memungkinkan institusi melakukan alokasi 2 hingga 5 persen yang sebelumnya dilarang oleh parameter risiko internal.
Untuk proyeksi harga, analis membagi target Bitcoin 2026 secara kuartalan.
Pada kuartal pertama 2026, Bitcoin diproyeksikan bergerak di kisaran US$90.000 hingga US$130.000.
Momentum dipicu oleh pemungutan suara CLARITY Act, tonggak 20 juta Bitcoin, dan peluncuran kustodian bank.
Kuartal kedua 2026 diperkirakan membawa Bitcoin ke rentang US$110.000 hingga US$160.000.
Bank-bank besar mulai meluncurkan layanan kustodian dan dana pensiun mulai masuk.
Arus masuk ETF diproyeksikan mencapai US$5 hingga US$7 miliar per bulan.
Kuartal ketiga 2026 diprediksi berada di kisaran US$130.000 hingga US$190.000.
Partisipasi dana kedaulatan dan alokasi treasury perusahaan indeks besar mulai meningkat.
Pada kuartal keempat 2026, target harga Bitcoin berada di rentang US$150.000 hingga US$250.000.
Ekspansi cadangan strategis, persaingan global, dan rebalancing akhir tahun berpotensi mendorong puncak harga.
















































Discussion about this post