Fenomena ini memperkuat keyakinan analis bahwa tahun 2026 akan menjadi era dominasi institusional di pasar kripto.
Lebih dari 90 persen dari total arus masuk ETF Bitcoin senilai 355 juta dolar AS terkonsentrasi pada tiga dana terbesar, yakni IBIT, ARKB, dan FBTC.
Konsentrasi tersebut menunjukkan bahwa modal bukan hanya kembali ke pasar, tetapi juga terkunci pada instrumen yang paling likuid dan berstandar institusi.
Pemulihan ini juga tidak terbatas pada Bitcoin semata.
ETF Ethereum spot berhasil mengakhiri tren penurunan selama empat hari dengan mencatat arus masuk sebesar 67,8 juta dolar AS.
Selain itu, dana berbasis XRP dan Solana juga membukukan kenaikan yang konsisten.
Kondisi ini mengindikasikan adanya rotasi terkoordinasi dari investor institusional ke seluruh kelas aset kripto.
Aspek lain yang tak kalah penting adalah terbentuknya lantai harga baru di pasar.
Akumulasi besar yang terjadi di rentang 75.000 hingga 95.000 dolar AS sepanjang 2025 kini berfungsi sebagai zona pertahanan.
Zona ini dinilai mampu mencegah koreksi ekstrem sebesar 70 hingga 80 persen seperti yang kerap terjadi pada siklus pasar yang didominasi investor ritel di masa lalu.
Memasuki 2026, pasar kripto dinilai telah melampaui fase volatilitas berlebihan yang dipicu oleh euforia ritel.
Pembalikan arus ETF pada 30 Desember menjadi bukti bahwa setiap kali harga melemah, mesin likuiditas ETF akan kembali aktif.
Likuiditas tersebut menjadi penopang utama untuk menjaga tren kenaikan jangka panjang.
Menatap kuartal pertama 2026, arus masuk ETF diperkirakan akan menjadi indikator paling krusial bagi pasar.
















































Discussion about this post