Menurut Hoskinson, XRP dan Midnight telah beroperasi pada skala yang “100 kali lebih besar” dibanding sistem tertutup seperti Canton.
Di sisi lain, Canton Network baru-baru ini menggandeng DTCC dan Digital Asset untuk mengembangkan tokenisasi surat utang AS yang disimpan di DTC.
Proyek tersebut berjalan setelah keluarnya surat no-action dari SEC dan versi uji coba ditargetkan hadir pada paruh pertama 2026.
Tujuan utama proyek ini adalah menyediakan akses digital yang teregulasi, privat, dan interoperabel bagi institusi ke aset treasury.
DTCC dan Euroclear turut berperan dalam tata kelola jaringan tersebut.
Canton juga mulai menarik perhatian lewat aktivitas stablecoin, termasuk USD1 milik World Liberty Financial.
Stablecoin ini dirancang untuk fungsi jaminan, pembiayaan, hingga penyelesaian transaksi lintas negara.
Meski mengakui minat institusional terus tumbuh, Hoskinson tetap menilai pendekatan ini sebagai versi terbatas dari kemampuan blockchain publik seperti XRP.
Ia menempatkan XRP sebagai contoh jaringan yang telah lebih dulu memecahkan masalah pembayaran lintas negara dan efisiensi likuiditas.
Hoskinson berpendapat bahwa jaringan Web3 murni memiliki kebebasan untuk mengejar target teknis dan ekonomi yang jauh lebih besar.
Selain XRP, ia juga menyoroti Midnight sebagai proyek strategis Cardano yang berfokus pada privasi dan kepatuhan.
Hoskinson mengungkapkan bahwa dirinya menulis hingga 100 halaman dokumentasi teknis per hari untuk Midnight menjelang lokakarya Januari mendatang.
Ia menyebut Midnight sebagai “Proyek Manhattan” untuk privasi, abstraksi blockchain, dan kepatuhan cerdas.
















































Discussion about this post