Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas belanja yang tidak produktif dan mengalihkan sumber daya ke program prioritas.
“Inilah yang saya gunakan untuk mengalokasikan kembali dana ke program-program tersebut. Jadi, saya dituduh boros, dan sebagainya. Tidak, tidak, ini adalah pengalokasian kembali sumber daya,” ujarnya.
Salah satu program unggulan adalah penyediaan makan bergizi gratis bagi anak-anak yang dinilai sebagai investasi jangka panjang dengan dampak ekonomi signifikan.
Presiden menyebut bahwa Rockefeller Institute memberikan penilaian positif terhadap kebijakan tersebut.
“Setiap dolar yang dihabiskan untuk makanan gratis bagi anak-anak, menurut Rockefeller Institute, pengembaliannya setidaknya 7 dolar, tetapi dalam jangka panjang dapat memberikan pengembalian hingga 35 kali lipat,” kata Presiden Prabowo.
Program tersebut juga mendorong efek pengganda ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan permintaan produk pertanian domestik.
Di hadapan para eksekutif Amerika, Presiden menegaskan kembali pentingnya stabilitas, tata kelola yang baik, dan kemitraan strategis jangka panjang.
“Seharusnya ini menjadi situasi saling menguntungkan dan semua orang mendapat manfaat. Dengan manfaat, akan tercipta kemakmuran. Itulah pelajaran yang saya pelajari dari sejarah. Kemakmuran berasal dari tata pemerintahan yang baik, pemerintahan yang bersih. Kemakmuran berasal dari stabilitas,” lanjutnya.
Paparan komprehensif tersebut menegaskan arah pembangunan Indonesia yang cepat namun terukur, modern namun inklusif, serta berorientasi pada penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru dunia menuju Indonesia Emas 2045.(*)

















































Discussion about this post