Sebanyak 18 proyek hilirisasi diluncurkan tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai 3 miliar dolar AS.
“Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi dan dapat dipandang sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” kata Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia tetap berkomitmen pada keterbukaan ekonomi, peningkatan infrastruktur dan logistik, serta penguatan konektivitas rantai pasok global.
“Kami akan bergerak dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kapasitas kami. Kami mengejar proyek-proyek yang harus layak secara ekonomi, yang harus dapat dibiayai bank dan mampu memberikan pengembalian jangka panjang,” tandasnya.
Selain transformasi struktural, Presiden menyoroti pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya saat mengunjungi desa-desa dan mendapati fakta memprihatinkan mengenai anak-anak yang mengalami stunting.
“Saya menanyakan usia mereka dan anak-anak yang saya kira berusia empat, lima, enam tahun, ternyata berusia sepuluh, sebelas, dua belas tahun. Kemudian saya mengetahui bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting, pertumbuhan terhambat,” ucap Presiden dalam sambutannya pada sesi roundtable Business Summit dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 18 Februari 2026.

















































Discussion about this post