ISTANAGARUDA.COM – Gelombang pertama jemaah haji Indonesia di Madinah telah resmi berakhir dengan keberangkatan kloter terakhir BPN 07 dan SUB-45 menuju Makkah pada 1 Juni 2024.
Sebanyak 229 kloter dengan total 90.131 jemaah dan petugas kloter telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci selama 21 hari, mulai 12 Mei hingga 1 Juni 2024.
“Alhamdulillah, fase pelayanan jemaah haji reguler gelombang I di Madinah berjalan lancar dan sukses,” ujar Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie di Jakarta.
“Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah bekerja keras dan optimal dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah.”
Meskipun sempat ada beberapa jemaah yang dirawat di Madinah, mereka secara bertahap telah dievakuasi ke Makkah untuk bersiap menunaikan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid menambahkan, “Saat ini fokus layanan jemaah haji Indonesia sudah terpusat di Makkah Al-Mukarramah. Jemaah bersiap untuk melaksanakan puncak haji.”
Berikut beberapa fakta menarik tentang layanan jemaah haji reguler 1445 H gelombang I di Madinah:
- 2.241 armada bus mengantar jemaah dari Madinah ke Makkah dengan spesifikasi bagasi luas dan maksimal 42 jemaah per bus.
- Lebih dari 2 juta box makanan disajikan untuk jemaah, termasuk menu reguler dan lansia.
- 205 juta liter air bersih disediakan untuk jemaah haji Indonesia di Madinah.
- Jemaah dan petugas kloter tinggal di 84 hotel dengan total 21 ribu kamar di tiga wilayah Madinah: Janubiyah, Syamaliyah, dan Gharbiyah. Jarak hotel ke Masjid Nabawi berkisar antara 20 meter hingga 900 meter.
- Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah melayani 534 jemaah rawat jalan, 175 jemaah rawat inap, dan 23 jemaah dirujuk ke RSAS.
Layanan Ibadah menerbitkan tashreh (surat izin) bagi jemaah dan petugas kloter untuk beribadah di Raudhah, Masjid Nabawi.
















































Discussion about this post