Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa krisis global harus dimaknai sebagai peluang untuk mempercepat reformasi struktural.
Transformasi menuju kemandirian energi berbasis sumber daya domestik dan energi terbarukan menjadi agenda utama pemerintah.
“Krisis, kesulitan, tantangan, hambatan, rintangan adalah peluang. Membuat kita harus bekerja lebih baik, harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada korupsi,” tegas Presiden.
Dengan strategi yang terukur dan kepemimpinan yang fokus pada hasil, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Langkah ini sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Di tengah gejolak global, Indonesia menempatkan dirinya bukan sebagai korban krisis, tetapi sebagai negara yang siap bertahan, beradaptasi, dan tumbuh lebih kuat.(*)
















































Discussion about this post