“Industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa,” tegasnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Presiden kembali menekankan pentingnya kemandirian di sektor strategis seperti energi dan pangan.
Industri kendaraan listrik dinilai sebagai salah satu solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional.
Presiden juga menyampaikan harapannya agar Indonesia mampu melahirkan perusahaan otomotif kelas dunia.
“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” ungkap Presiden.
Momentum peresmian ini menandai tekad Indonesia untuk naik kelas dalam peta industri global.
Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar, tetapi mulai menempatkan diri sebagai produsen dan inovator teknologi.
Langkah ini sekaligus mempertegas arah pembangunan nasional yang bertumpu pada hilirisasi, inovasi, dan kemandirian ekonomi.
Dengan fondasi industri yang terus diperkuat, Indonesia kini bergerak cepat menuju masa depan sebagai kekuatan industri kendaraan listrik yang kompetitif di dunia.(*)

















































Discussion about this post