Presiden menyampaikan bahwa peningkatan kandungan lokal akan terus digenjot dalam beberapa tahun ke depan.
“Dalam waktu sebentar lagi mungkin dua tahun lagi akan menuju 60 persen, dua tahun setelah itu akan menuju 80 persen,” tambahnya.
Dukungan dari berbagai pemerintah daerah turut diapresiasi sebagai faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional.
Presiden berharap seluruh daerah di Indonesia mengikuti langkah tersebut dengan mengutamakan penggunaan produk dalam negeri.
“Kita harapkan dari pemprov lain juga akan berpihak dan membeli produk bangsa kita sendiri di seluruh Tanah Air,” katanya.
Lebih jauh, Presiden mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk membentuk perusahaan yang fokus memproduksi sedan listrik massal.
Langkah ini diharapkan mampu melengkapi ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong lahirnya pemain besar di industri global.
Dalam sambutannya, Presiden juga memberikan apresiasi khusus kepada sektor swasta yang dinilai berani mengambil peran strategis dalam pembangunan industri nasional.
“Saya sangat menyambut baik dan menghargai kegiatan ini, inisiatif yang telah diambil sejak berapa tahun oleh Saudara Anindya Bakrie beserta keluarga semuanya, kelompok usahanya,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan bahwa industrialisasi merupakan tahapan krusial dalam perjalanan sebuah bangsa menuju kemandirian teknologi.
Menurutnya, penguasaan teknologi harus mampu diterjemahkan menjadi kekuatan industri yang memberikan nilai tambah nyata bagi negara.

















































Discussion about this post