Program ini dirancang tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga akan diperluas ke seluruh Istana Kepresidenan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sekolah-sekolah dari berbagai wilayah, termasuk luar Pulau Jawa, akan difasilitasi untuk mengikuti program tersebut.
“Kita punya delapan, nanti masing-masing istana kita buka untuk anak sekolah juga. Untuk yang di luar Jakarta ataupun juga di luar Pulau Jawa Nanti akan difasilitasi untuk ke sininya,” jelasnya.
Pemerintah juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi sekolah yang ingin berpartisipasi tanpa proses seleksi yang ketat.
“Untuk seleksinya tidak ada. Jadi silahkan daftar ke tadi yang saya bilang kemudian nanti akan diatur oleh penitianya,” ungkapnya.
Antusiasme para siswa terhadap program ini sangat tinggi, terutama karena banyak dari mereka baru pertama kali menginjakkan kaki di Istana Kepresidenan.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu membangun rasa percaya diri, kebanggaan nasional, serta memperluas wawasan generasi muda tentang masa depan bangsa.
Melalui kebijakan ini, Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki akses terhadap inspirasi dan peluang untuk bermimpi besar.
Istana Kepresidenan kini tidak lagi sekadar simbol kekuasaan, melainkan ruang terbuka yang menjadi sumber inspirasi dan milik seluruh rakyat Indonesia.(*)

















































Discussion about this post