Menurut Brian, pendekatan berbasis riset akan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi konkret dan aplikatif bagi masyarakat.
“Yang kedua, Bapak Presiden juga memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset, kajian, penanganan permasalahan perumahan. Jadi nanti tentu Bapak Menteri Perumahan Pak Ara akan mengoordinasikan kami dari sisi risetnya ini apa-apa yang bisa membantu, memudahkan untuk mengatasi permasalahan perumahan,” lanjutnya.
Pendekatan riset tersebut tidak hanya terbatas pada aspek teknis pembangunan, tetapi juga mencakup analisis dampak lingkungan secara menyeluruh.
“Ya tentu keseluruhannya bagian dari itu,” ucapnya.
Arahan Presiden ini menandai perubahan paradigma besar dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Perguruan tinggi diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada output lulusan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ilmu pengetahuan, inovasi, dan riset diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil rakyat, terutama dalam menciptakan tata kota yang tertata dan perumahan yang layak serta berkelanjutan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan sumber daya manusia cerdas, namun yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk turun langsung menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.(*)
















































Discussion about this post