“Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,” ungkap Presiden.
Menurut Presiden Prabowo, kekuatan industri, sains, dan teknologi Korea Selatan dapat bersinergi dengan kekuatan Indonesia yang memiliki sumber daya alam besar dan pasar domestik yang luas.
Presiden juga menekankan bahwa kerja sama kedua negara tidak hanya penting bagi ekonomi tetapi juga bagi stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik.
“Kunjungan kenegaraan saya ke sini berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan bahaya. Oleh karena itu, hubungan antarnegara seperti Indonesia dan Republik Korea menjadi semakin penting,” ucap Presiden.
Dalam kunjungan kenegaraan ini, Indonesia dan Republik Korea menandatangani sepuluh nota kesepahaman sebagai langkah nyata memperluas kemitraan strategis di berbagai sektor prioritas.
Presiden Prabowo juga menyampaikan harapannya agar hubungan kemitraan strategis khusus antara Indonesia dan Republik Korea dapat ditingkatkan menjadi kemitraan yang lebih komprehensif di masa depan.
“Marilah kita meminta para menteri kita untuk berupaya mewujudkan peran yang lebih tinggi ini,” pungkas Presiden.
Kunjungan kenegaraan ini kemudian ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Lee sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Prabowo dan delegasi Indonesia.
Dari Blue House di Seoul, Indonesia dan Korea Selatan mengirim pesan kuat kepada dunia bahwa kedua negara tidak hanya memperkuat persahabatan, tetapi sedang membangun aliansi strategis jangka panjang yang akan berpengaruh besar terhadap ekonomi, stabilitas, dan masa depan kawasan Indo-Pasifik.(*)

















































Discussion about this post