“Kami semua turut bersukacita atas kedatangan beliau dan juga bangga banget bisa datang ke negeri Yordania ini,” tuturnya.
Lulu juga mengungkapkan bahwa Presiden sempat memberikan pesan penyemangat bagi mereka yang sedang menempuh studi.
“Tadi kebetulan minta semangat untuk kami semua yang berkuliah di Yordania ini dan juga beliau menyemangati kita, senang banget karena beliau ramah banget,” katanya.
Falihah dan Isma turut membagikan kesan mendalam mereka.
Pertemuan tersebut menjadi pengalaman pertama mereka berhadapan langsung dengan Kepala Negara.
“Jujur untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan Bapak Prabowo tentunya sangat senang,” ungkap mereka.
Antusiasme serupa datang dari Firas, Rendi, dan Faruq.
Mereka merasa momen berjabat tangan dengan Presiden menjadi kenangan yang akan selalu diingat sepanjang hidup.
“Senang bisa bertemu langsung dengan Pak Prabowo dan alhamdulillah tadi juga bisa salaman langsung sama beliau. Masyaallah jadi senang alhamdulillah,” ujar mereka.
Suasana malam itu terasa semakin bermakna karena berlangsung dalam nuansa bulan suci Ramadan.
Di tengah atmosfer spiritual yang khidmat, pertemuan antara Presiden dan diaspora Indonesia menghadirkan rasa persaudaraan yang kuat.
Kunjungan ini bukan hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga menguatkan ikatan batin antara pemimpin dan rakyatnya di perantauan.(*)

















































Discussion about this post