Bidang tersebut mencakup teknologi otomotif, internet of things, data center, serta peralatan rumah tangga.
Dua sektor lainnya akan diarahkan pada teknologi masa depan seperti kendaraan otonom dan komputasi kuantum.
“Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain. Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia,” imbuh Airlangga.
Kemitraan ini menandai pergeseran posisi Indonesia dari sekadar konsumen teknologi menjadi pemain bernilai tinggi dalam rantai pasok global.
Pemerintah memandang teknologi sebagai akselerator utama untuk mendorong Indonesia menuju ekonomi papan atas dunia.
Langkah strategis ini juga menjadi bagian integral dari visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan inovasi dan penguasaan teknologi sebagai kunci kedaulatan dan daya saing bangsa.(*)

















































Discussion about this post