Terkait kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen, Presiden memandang kebijakan tersebut masih berada dalam koridor yang dapat diterima dan tetap menguntungkan bagi Indonesia.
“Saya kira menguntungkan ya. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tambahnya.
Selain agenda perdagangan, Presiden Prabowo juga memaparkan hasil pertemuannya dengan sejumlah pimpinan perusahaan investasi global selama berada di Washington DC.
Dalam dialog tersebut, para investor menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Presiden menyebut para pelaku usaha global menilai iklim investasi Indonesia terus mengalami perbaikan dan menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang.
“Mereka menyampaikan mereka sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident, mereka lihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita,” ungkap Presiden.
Pemerintah memastikan bahwa diplomasi ekonomi dan negosiasi perdagangan akan terus dijalankan secara konsisten dengan mengedepankan kepentingan nasional.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan Indonesia di tengah lanskap global yang terus berubah.(*)


















































Discussion about this post