Setelah sesi pleno, Presiden melanjutkan pembahasan secara individual melalui pertemuan one-on-one dengan masing-masing pimpinan perusahaan.
Pendekatan personal tersebut dimaksudkan untuk menggali potensi kolaborasi konkret dan mempercepat realisasi investasi strategis.
Rosan menjelaskan bahwa kehadiran Danantara sebagai entitas investasi nasional memperoleh respons positif dari para investor global.
Menurutnya, para pemimpin perusahaan tersebut melihat Danantara sebagai mitra lokal yang kredibel dan mampu menjadi jembatan kolaborasi investasi lintas negara.
“Mereka juga mempunyai potensi sebagai local partner Danantara dan itu memberikan kenyamanan dan confidence juga, karena kita bisa bersama-sama investasi tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin lagi dipandang sebagai sleeping giant dalam ekonomi dunia.
Ia menekankan bahwa momentum kebangkitan harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi nasional melalui kemitraan strategis dengan pelaku ekonomi global.
Pertemuan ini memperlihatkan transformasi diplomasi ekonomi Indonesia yang semakin proaktif dan terukur.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa Indonesia siap menjadi pusat pertumbuhan baru dengan dukungan investasi berkelas dunia.(*)


















































Discussion about this post