“Dalam perjanjian ini tujuannya juga untuk mencapai Indonesia emas, sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai new golden age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat itu sendiri,” katanya.
Airlangga menegaskan bahwa kesepakatan ini berbeda dari perjanjian Amerika Serikat dengan negara lain karena secara tegas hanya berfokus pada kerja sama perdagangan.
“Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non kerja sama ekonomi, antara lain terkait pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, serta pertahanan dan keamanan perbatasan, sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” tandasnya.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar 30 menit setelah forum Board of Peace, kedua kepala negara membahas detail implementasi kesepakatan tersebut.
“Ditandatangani secara bersama baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump. Dan dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan cukup lama selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace tadi pagi,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangannya kepada awak media.
Sebagai tindak lanjut, dokumen lampiran perjanjian turut dibahas di kantor United States Trade Representative bersama Duta Besar Jamieson Greer.
Salah satu hasil pentingnya adalah pembentukan Council of Trade and Investment sebagai forum utama dialog ekonomi kedua negara.
“Salah satu daripada perjanjian yang membentuk council of trade and investment, sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara. Dan ini hasil daripada agreement of reciprocal trade, sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika nanti akan dibahas dulu di dalam council of trade apabila terjadi kenaikan yang di luar terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca daripada kedua negara,” katanya.

















































Discussion about this post