Skema tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap jutaan tenaga kerja nasional.
“Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat indonesia,” tambahnya.
Sebagai bagian dari prinsip resiprokal, Indonesia turut memberikan fasilitas tarif nol persen terhadap sejumlah komoditas utama asal Amerika Serikat, khususnya gandum dan kedelai.
Langkah ini dipastikan tidak akan menambah beban biaya bagi masyarakat Indonesia yang mengonsumsi produk berbasis bahan baku tersebut.
“Masyarakat indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soyabean ataupun wheat dalam hal ini, noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” jelasnya.
Di tingkat global, kedua negara juga menyepakati untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik sesuai posisi dalam forum Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.
Indonesia juga mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas sesuai hukum nasional serta memastikan perlindungan data konsumen yang setara dalam kerja sama digital.
Selain itu, pemerintah akan menerapkan strategic trade management guna menjaga agar arus perdagangan tetap aman dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan di luar tujuan perdamaian.
Perjanjian ini mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum diselesaikan kedua belah pihak termasuk konsultasi dengan DPR RI dan dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan tertulis bersama.

















































Discussion about this post