Dari sisi fundamental ekonomi, Presiden memaparkan capaian investasi asing yang mencapai USD53 miliar pada tahun lalu sebagai bukti nyata kepercayaan global terhadap Indonesia.
Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil dan menunjukkan tren perbaikan berkelanjutan.
Presiden meyakini bahwa momentum positif tersebut akan terus terjaga sepanjang tahun ini.
“Indikator-indikator penting sudah mulai terlihat. Kita menggerakkan ekonomi dari akar rumput. Strategi ekonomi kita sangat terfokus,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mencari transaksi jangka pendek, melainkan mitra strategis jangka panjang yang memiliki visi serupa dalam membangun nilai tambah bersama.
Ia menekankan bahwa agenda modernisasi dan industrialisasi nasional membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan investor dan pelaku usaha global.
“Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dengan kami dalam upaya berkelanjutan kami untuk memodernisasi dan melakukan industrialisasi,” kata Presiden.
Pesan yang disampaikan di Washington DC tersebut mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang stabil, terbuka terhadap investasi, dan berambisi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru dunia.
Komitmen terhadap kepastian hukum, kekuatan pasar domestik yang besar, serta transformasi ekonomi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045 menjadi fondasi utama arah kebijakan tersebut.(*)
















































Discussion about this post