Prosesi kemudian dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggema di halaman Istana Merdeka.
Suasana upacara berlangsung khidmat sebagai simbol persahabatan dan penghormatan antarnegara.
Setelah upacara, kedua pemimpin negara memperkenalkan delegasi masing-masing.
Delegasi Indonesia di antaranya terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono.
Turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani turut mendampingi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga hadir dalam agenda penyambutan kenegaraan tersebut.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Siswo Pramono juga ikut serta dalam delegasi Indonesia.
Setelah sesi perkenalan delegasi, kedua pemimpin negara menuju ruang kredensial untuk melaksanakan sesi foto resmi.
Pertemuan dilanjutkan dengan pembicaraan empat mata atau tête-à-tête di ruang kerja Presiden Prabowo.
“Sekali lagi terima kasih Perdana Menteri atas kehadiran Anda hari ini. Senang bertemu dengan Anda,” ujar Presiden Prabowo dalam pengantar tête-à-tête.
Dalam agenda utama kunjungan tersebut, kedua pemimpin negara sepakat melakukan penandatanganan Perjanjian Keamanan Bersama atau Treaty on Common Security antara Indonesia dan Australia.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama keamanan dan pertahanan kedua negara pada level strategis yang lebih tinggi.
“Hari ini, dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan itu ke titik terkuat yang pernah ada, dan itu sangat penting,” ucap PM Albanese dalam pengantar tête-à-tête.












































Discussion about this post