Selain membahas fasilitas haji, pertemuan tersebut juga menyoroti penguatan ekonomi umat melalui pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat.
Pengelolaan dana umat ke depan diarahkan agar lebih profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Nanti mungkin akan ada semacam sentuhan-sentuhan manajemen dari para profesional, sehingga dengan demikian efisiensi, efektif akan kita himpun dana-dana umat itu sendiri untuk mereka sendiri,” katanya.
Menteri Agama juga menegaskan bahwa Presiden membuka ruang komunikasi berkelanjutan dengan para tokoh agama.
“Bapak Presiden menyetujui akan adanya komunikasi intensif dengan para tokoh-tokoh agama. Sangat terbuka tadi. Presiden juga kelihatan sangat menikmati diskusi dengan pimpinan-pimpinan keagamaan terutama para kiai, para ulama, pimpinan pondok pesantren tadi,” tandasnya.
Dialog yang berlangsung menunjukkan komitmen Presiden untuk menjaga harmoni sosial serta menyerap aspirasi para ulama dan pimpinan pesantren secara langsung.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui partisipasi aktif dalam Board of Peace.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa Presiden menjelaskan langkah konkret Indonesia dalam mendukung Palestina.
“Pada tataran nilai, saya kira semuanya sepakat bahwa menolak penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, memperjuangkan Palestina sampai merdeka,” ujarnya.
















































Discussion about this post