Selain energi, pembahasan bilateral juga mencakup peluang kerja sama di sektor industri dan pertanian.
Presiden Putin menyampaikan bahwa isu komoditas gandum turut menjadi topik diskusi dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Di bidang pertahanan, Presiden Putin menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra tradisional Rusia yang telah terjalin kuat selama bertahun-tahun.
Ia menyoroti kerja sama teknis militer yang dinilai berjalan stabil dan saling menguntungkan.
Presiden Putin juga mengungkapkan bahwa semakin banyak personel militer Indonesia yang menempuh pendidikan di lembaga pendidikan militer Rusia.
“Lembaga pendidikan tinggi militer juga banyak menerima banyak ahli militer Indonesia. Kami siap menaikan angka ini,” lanjutnya.
Di luar sektor strategis, kedua negara juga mencatat peningkatan kerja sama di bidang kemanusiaan dan pariwisata.
Presiden Putin menyebut konektivitas penerbangan langsung serta kebijakan bebas visa sebagai faktor penting yang mempererat hubungan antarwarga kedua negara.
Dalam konteks global, Presiden Putin menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia di panggung internasional.
Ia secara khusus menyoroti keanggotaan penuh Indonesia di BRICS sebagai langkah penting dalam memperkuat tatanan ekonomi global yang lebih inklusif.
Presiden Putin juga menyinggung pembahasan terkait potensi kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union atau EAEU.
Pada awal pertemuan, Presiden Putin menyampaikan belasungkawa atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
















































Discussion about this post