Begitu pula di kawasan Timur Tengah, di mana rakyat sipil—termasuk anak-anak dan perempuan—menjadi korban kekejaman tanpa ada yang mampu menghentikannya.
“Di kontinen Eropa, perang besar terjadi. Di Timur Tengah kita melihat bagaimana bangsa yang lemah diperlakukan. Orang tua, ibu-ibu, anak kecil dibantai dan tidak ada yang bisa menghentikan itu. Indonesia tidak mau memihak blok mana pun, tapi karena itu tidak ada pilihan lain, Indonesia harus punya pertahanan yang sangat kuat,” ungkap Presiden.
Presiden menekankan bahwa sistem pertahanan Indonesia bertumpu pada konsep pertahanan rakyat semesta.
Ia menegaskan bahwa seluruh komponen masyarakat harus siap membela bangsa, kapan pun dibutuhkan.
“Kalau kita mempertahankan bangsa kita, kita pertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap bukit, tiap gunung, tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap provinsi, tiap jengkal tanah kita pertahankan. Dari pada dijajah kembali, lebih baik kita mati,” tegas Prabowo penuh semangat.
Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada para tokoh nasional yang hadir dalam balutan seragam militer sebagai simbol dukungan mereka terhadap kekuatan pertahanan nasional.
Menurut Prabowo, ini menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan masih menyala di hati para pemimpin bangsa.
Presiden juga menambahkan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yang mudah ditundukkan.
“Banyak negara mungkin merasa lebih kuat dari kita, tapi semangat kita sudah kita buktikan, dan kita akan buktikan terus bahwa kita bangsa yang pejuang, yang tidak pernah mengenal menyerah,” pungkasnya.















































Discussion about this post